Tambang Terbuka (OPEN PIT MINING)
Metode ini dilakukan langsung dipermukaan tanah, dengan mengupas lapisan tanah tertutup (over burden) secara bertahap. Biasanya digunakan untuk bahan seperti batubara, nikel, emas dan tembaga.
Proses relatif mudah diawasi dan efesien, tapi meninggalkan perubahan besar pada bentang alam sehingga perlu dilakukan reklamasi setelah tambang selesai beroperasi.
Tambang Bawah Tanah (UNDERGROUND MINING)
Berbeda dari tambang terbuka, metode ini membuat lorong dan terowongan dibawah permukaan bumi untuk mencapai endapan mineral.
Cocok diterapkan pada endapan yang letaknya dalam dan bernilai tinggi. Kelebihannya dampak pada permukaan tanah lebih kecil, namun memerlukan biaya tinggi dan sistem keselamatan kerja yang ketat.
Tambang Lepas Lantai (OFFSHORE MINING)
Jenis tambang ini dilakukan di wilayah laut atau pesisir, menggunakan kapal tambang atau peralatan bawah air. Biasanya diterapkan untuk timah, minyak bumi, gas alam dan pasir laut.
Teknologinya rumit dan biaya operasinya besar, karena perlu menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan pelestarian ekosistem laut.